Saat menyebut nama Black Widow, kebanyakan orang akan langsung memikirkan Natasha Romanoff. Namun, sedikit yang tahu bahwa jauh sebelum Natasha, Marvel—yang dulu bernama Timely Comics—telah memperkenalkan seorang wanita dengan nama yang sama: Claire Voyant, Black Widow pertama dalam sejarah komik Amerika. Ia muncul pertama kali dalam Mystic Comics #4 (1940), menjadikannya sebagai karakter superhero wanita pertama dari Marvel. Namun Claire bukanlah pahlawan biasa—dia adalah agen iblis yang membunuh orang jahat dan mencabut jiwa mereka ke neraka.
Asal-Usul yang Kelam dan Mistis
Claire Voyant adalah seorang medium spiritual yang mendapat kekuatan supranatural setelah kematian tragisnya. Ia dibunuh oleh seorang kriminal yang kemudian memicu kontrak antara jiwanya dengan “Satan” (versi iblis dalam cerita Marvel waktu itu). Dalam kebangkitan mistisnya, Claire diberikan kekuatan gelap untuk membalas dendam dan menjadi alat keadilan neraka di dunia manusia.
Berbeda dengan Black Widow lainnya yang berasal dari pelatihan spionase atau eksperimen manusia super, Claire adalah sosok yang secara harfiah “mati” dan dibangkitkan sebagai pemburu jiwa jahat. Ia tidak memiliki latar belakang militer atau pelatihan tempur biasa—kemampuannya berasal dari kekuatan gelap dan kutukan.
Kekuatan dan Kemampuan Supranatural
Claire Voyant memiliki kekuatan supranatural yang membuatnya menonjol di antara karakter wanita era Golden Age. Beberapa kekuatan utamanya antara lain:
-
Flame Touch: Kemampuan membakar musuh hanya dengan menyentuh mereka.
-
Soul Extraction: Dapat mencabut roh orang jahat dan mengirimnya langsung ke neraka.
-
Immortality: Setelah menjadi agen iblis, ia tak bisa mati secara normal.
-
Teleportasi: Bisa berpindah tempat secara mistis, seringkali muncul dari bayangan atau api.
Keunikan Claire adalah bahwa ia hanya menargetkan orang jahat. Meski brutal, ia memiliki “kode moral” untuk hanya menghukum pelaku kejahatan berat seperti pembunuh, pemerkosa, dan pengkhianat.
Perjalanan dalam Komik dan Relevansi Sejarah
Claire Voyant muncul dalam lima edisi awal Mystic Comics selama tahun 1940-an sebelum akhirnya menghilang dari sirkulasi karena tren superhero kala itu mulai berubah. Namun pada 2000-an, ia dihidupkan kembali oleh Marvel dalam seri seperti The Twelve, yang menceritakan para pahlawan Golden Age yang dibekukan dan dihidupkan di era modern.
Dalam seri itu, Claire mengalami culture shock dan pergulatan moral yang berat. Ia merasa bahwa perannya sebagai pembunuh atas nama iblis kini dipertanyakan. Tapi akhirnya, ia memilih tetap menjalankan misinya dalam dunia yang lebih rumit.
Perbandingan dengan Natasha Romanoff
-
Moralitas: Natasha adalah mantan penjahat yang menebus dosa, sementara Claire adalah algojo spiritual yang tidak mencari penebusan.
-
Kekuatan: Natasha mengandalkan keterampilan dan taktik manusia, sedangkan Claire memiliki kekuatan supernatural.
-
Asal-Usul: Natasha berasal dari program pelatihan manusia, Claire berasal dari perjanjian iblis.
Meski perbedaan mereka mencolok, keduanya merepresentasikan tema yang sama—perempuan kuat yang menghadapi masa lalu kelam dan menjalankan misi yang mereka yakini benar.
Simbolisme dan Warisan
Claire Voyant adalah simbol pemberontakan terhadap narasi wanita lemah dalam komik. Di tahun 1940-an, kehadirannya sebagai pembunuh mistik sangat revolusioner, menantang batas genre dan norma gender. Ia bukan hanya Black Widow pertama, tapi juga bisa dibilang karakter wanita pertama yang membawa unsur gelap, horor, dan spiritualitas dalam genre superhero.
Meskipun sempat dilupakan, Claire kini dianggap sebagai pelopor bagi antihero wanita seperti Elektra, Ghost Rider versi Alejandra, hingga bahkan Jessica Jones dalam aspek sikap tanpa kompromi.
Kemungkinan di MCU
Dengan multiverse yang kini terbuka luas dalam Marvel Cinematic Universe, tidak menutup kemungkinan karakter seperti Claire Voyant bisa diperkenalkan. Karakter ini bisa mengisi ruang horor dan supernatural dalam MCU, terutama dengan adanya film seperti Doctor Strange dan Blade yang mulai mengeksplor sisi gelap Marvel.
Ia bahkan bisa muncul sebagai “Black Widow dari neraka” dalam versi multiverse atau tim supernatural seperti Midnight Sons.
Kesimpulan
Claire Voyant adalah Black Widow yang terlupakan tapi sangat penting. Ia bukan sekadar karakter Golden Age, tetapi representasi dari sisi tergelap keadilan—keadilan dari neraka. Sosok ini tidak berperang demi kebebasan atau negara, tapi demi takdir yang ditentukan kekuatan gelap. Dengan kekuatan membakar, mencabut jiwa, dan mengintimidasi dosa manusia, Claire menjadi simbol dari hukuman tanpa ampun.
Sebagai varian Black Widow, ia membuka pintu pada banyak interpretasi karakter wanita kuat dalam Marvel, dan patut dikenang sebagai yang pertama, sekaligus salah satu yang paling menakutkan.

