Pendahuluan: Sosok Tertua di Dunia Deadpool yang Penuh Kekacauan
Dalam dunia Marvel yang dipenuhi dengan mutan berkekuatan dahsyat dan penjahat super canggih, muncul satu sosok yang tak biasa: seorang wanita tua, tunanetra, sarkastik, dan tidak bisa diprediksi — Blind Al.
Jangan tertipu oleh usianya atau kondisi fisiknya. Blind Al bukan sekadar pengisi latar komedi dalam kisah Deadpool. Ia adalah pilar emosional, moral ambigu, dan sekaligus cermin bagi sang antihero yang paling brutal dan kacau dalam sejarah Marvel.
Siapa Blind Al?
Blind Al — nama aslinya tidak pernah benar-benar dikonfirmasi — adalah seorang wanita tua yang tinggal bersama Deadpool (Wade Wilson) di apartemennya. Ia menjadi sahabat, sandera, rekan bicara, bahkan musuh verbal bagi Deadpool.
Namun peran Blind Al jauh lebih kompleks daripada hanya sebagai teman serumah. Ia adalah bagian dari masa lalu kelam Wade dan terus menjadi bayang-bayang yang menyadarkannya akan konsekuensi moral dari setiap tindakan gila yang ia lakukan.
Asal-Usul dan Latar Belakang
Kisah masa lalu Blind Al penuh misteri. Dalam beberapa versi komik, diceritakan bahwa ia pernah menjadi agen rahasia, bahkan sempat terlibat dengan organisasi semacam CIA atau MI6.
Namun, dalam titik tertentu di masa lalu, ia menjadi target Deadpool, yang saat itu bekerja sebagai tentara bayaran. Ada dua versi kisah utama:
-
Deadpool Ditugaskan Membunuhnya
Wade ditugaskan untuk membunuh Al, tapi entah karena alasan pribadi atau belas kasihan, ia malah membiarkannya hidup dan “menyimpannya”. -
Deadpool Menyandera Al
Setelah gagal membunuhnya, Wade malah menjadikan Al sebagai semacam “teman paksa”, membawanya ke rumahnya dan memaksanya tinggal bersamanya — menciptakan dinamika yang absurd antara penyandera dan “teman sekamar”.
Hubungan Aneh dan Toksik dengan Deadpool
Hubungan Blind Al dan Deadpool adalah campuran antara ibu-anak, musuh, sahabat, dan tahanan rumah. Keduanya sering bertukar hinaan tajam, bermain permainan psikologis, atau bahkan menjebak satu sama lain dalam perang lelucon sadis.
Namun, dalam banyak cerita, hubungan mereka menyentuh lapisan lebih dalam:
-
Deadpool mencari penerimaan dan kehangatan yang ia tahu tidak akan ia dapat dari dunia luar.
-
Blind Al melihat Wade sebagai anak nakal yang kehilangan arah, dan meski ia sering membencinya, ia tahu Wade bukan sepenuhnya jahat.
Mereka saling menyakiti, tapi juga saling menyelamatkan.
Kekejaman Wade terhadap Al
Meskipun ada momen kehangatan, Wade sering bertindak brutal terhadap Blind Al:
-
Ia mengurungnya dalam “The Box” — ruangan penyiksaan kecil saat Al tidak menurutinya.
-
Ia menghancurkan radio, makanan, atau barang yang disukai Al hanya karena iseng.
-
Ia mengawasi setiap gerak-gerik Al, termasuk mengontrol siapa yang boleh berkunjung ke rumah.
Namun, yang membuat ini kompleks adalah Blind Al tidak pernah tunduk. Ia melawan balik dengan sarkasme, kecerdasan, dan ketegaran luar biasa.
Peran Emosional dalam Kisah Deadpool
Blind Al bukan pahlawan. Ia juga bukan mentor. Tapi ia adalah suara hati, sekecil apapun, dalam kehidupan Deadpool yang kacau.
Ia sering mengingatkan Wade tentang dosa-dosanya, kehilangan moralnya, dan konsekuensi dari pilihannya. Bahkan ketika Wade menertawakannya, jauh di dalam hati, ia tahu Al benar.
Dalam beberapa arc komik, Blind Al menjadi satu-satunya orang yang Deadpool izinkan melihat dirinya yang sebenarnya — seorang pria yang hancur, penuh rasa bersalah, dan terlalu takut untuk berubah.
Momen-Momen Penting dalam Komik
1. Deadpool Vol. 1 (1997)
Arc ini membangun hubungan mereka dari awal. Blind Al diperkenalkan sebagai “tahanan rumah” Deadpool, tapi perlahan-lahan menunjukkan bahwa ia punya kendali emosional atas sang antihero.
2. Deadpool vs. Siryn
Saat Wade jatuh cinta pada Siryn, Blind Al mencoba memperingatkannya agar tidak menghancurkan apa yang tersisa dari hati kecilnya. Al adalah satu-satunya orang yang jujur terhadap Deadpool, bahkan saat orang lain membencinya.
3. Deadpool: The Circle Chase
Al menjadi pengingat akan masa lalu kelam Wade. Dalam cerita ini, keterikatan emosional Deadpool padanya mulai terlihat lebih dalam, bahkan saat Wade terus menyiksa secara fisik dan mental.
Blind Al dalam Film
Blind Al diperankan oleh Leslie Uggams dalam film Deadpool (2016) dan Deadpool 2 (2018). Versi film menggambarkannya sebagai teman serumah Deadpool, penuh sarkasme dan kebijaksanaan, namun hubungan mereka tidak sebrutal di komik.
Dalam film, Al tinggal di apartemen yang sama, menjadi tempat curhat Wade, dan memberikan humor kering sebagai penyeimbang kekacauan Deadpool. Meskipun memiliki keterbatasan penglihatan, ia beberapa kali terlihat memegang senjata dan siap bertarung jika dibutuhkan.
Leslie Uggams berhasil membuat Blind Al versi film dicintai penonton karena kejenakaan, keteguhan, dan gaya bicara yang “judes tapi sayang”.
Karakteristik Kepribadian
Blind Al punya kombinasi unik:
-
Cerdas dan sinis: Ia memahami Wade lebih baik dari orang lain dan tidak takut mengatakannya.
-
Tangguh dan berani: Meskipun buta dan tua, ia tidak gentar menghadapi bahaya.
-
Sarkastik dan humoris: Setiap percakapan dengan Deadpool hampir selalu diwarnai kalimat pedas yang menggelitik.
-
Misterius: Latar belakangnya sebagai agen dan keterlibatannya dalam dunia rahasia Marvel masih menyimpan banyak potensi eksplorasi.
Simbolisme: Luka Lama dan Harapan Kecil
Blind Al merepresentasikan banyak hal:
-
Hati nurani yang tetap hidup: Bahkan di dunia tergila seperti milik Deadpool, seseorang seperti Al menunjukkan bahwa moral tidak sepenuhnya mati.
-
Korban sekaligus penyintas: Ia korban kejahatan Deadpool, tapi juga penyintas yang tidak menyerah.
-
Cerminan luka dan penyesalan: Melalui Blind Al, kita melihat sisi Deadpool yang rapuh dan penuh luka batin.
Potensi Masa Depan di MCU
Dengan Deadpool 3 masuk ke Marvel Cinematic Universe (MCU), banyak penggemar berharap Blind Al kembali muncul. Sosoknya bisa menjadi:
-
Penjaga realitas bagi Deadpool yang makin absurd.
-
Karakter multiverse dengan versi berbeda.
-
Penyeimbang moral baru dalam dunia penuh kegilaan superhero.
Penutup: Blind Al, Si Tua Buta yang Melihat Lebih Banyak dari Siapa Pun
Blind Al mungkin bukan pahlawan super. Ia bahkan bukan orang baik sepenuhnya. Tapi ia adalah satu dari sedikit orang yang bisa menyentuh sisi terdalam Deadpool — sisi yang bahkan Wade sendiri tak mau hadapi.
Dengan mata yang tak bisa melihat, Blind Al justru memahami dunia dengan cara yang lebih tajam dan menyakitkan. Ia adalah saksi diam atas kekacauan Marvel dan suara hati yang tidak pernah benar-benar padam.

